Februari 24, 2026

APICAL Group Bakal Digugat Perdata

LAPORANPERISTIWA.COM, DUMAI — Puluhan Pengusaha Media Online di Kota Dumai bakal gugat APICAL Group secara perdata, Senin (23/2).

Tuntutan perdata tersebut terkait tunggakan tagihan kerjasama penerbitan infotorial yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh pengusaha media.

Demikian disampaikan salah seorang owner media online di Kota Dumai, Rio AS, Senin (23/2).

“Kalau tidak juga ada kejelasan, kita bakal layangkan tuntutan secara perdata saja, kita sudah sabar menunggu, namun kekecewaan yang kita terima,” ujar pria yang akrab disapa Rio.

Tak hanya bicara soal nominal tagihan, lanjut Rio, kalau sudah masuk ranah Perdata, tentunya bicara tentang kerugian kita selama menunggu.

“Ini sudah berlarut-larut, tentu ada kerugian di masing-masing media online yang sudah sabar menunggu tapi endingnya malah kecewa,” jelasnya.

Pihaknya berharap APICAL Group untuk segera menunaikan kewajiban sesuai kesepakatan awal dengan masing-masing media online.

“Kalaupun tidak lanjut kerjasama, setidaknya tunaikan kewajiban sesuai dengan kesepakatan, jangan malah merugikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, diberitakan juga bahwa SMSI Kota Dumai mendesak APICAL Group untuk segera membayar tagihan kerjasama dengan sejumlah media online di Kota Dumai.

Desakan tersebut disampaikan Ketua SMSI Dumai, Ganda Jaya Siregar, pada Senin (16/2/2026) melalui pesan WhatsApp. Ia menegaskan bahwa APICAL Group seharusnya menunjukkan itikad baik dengan melunasi seluruh tagihan yang telah jatuh tempo.

“Seharusnya APICAL Group menunaikan kewajibannya terkait kerja sama penerbitan infotorial dengan beberapa media online di Kota Dumai. Tagihan ini sudah terlalu lama tertunda,” ujar Ganda.

Menurutnya, sebagian besar tunggakan tersebut berasal dari kerja sama pada tahun 2025 dan hingga kini belum juga diselesaikan, meskipun waktu telah memasuki Februari 2026.

“Ini sudah lewat tahun. Apalagi sebentar lagi masuk bulan puasa, manajemen APICAL seharusnya segera melunasi kewajiban tersebut,” tegasnya.

Ganda juga menyesalkan alasan efisiensi anggaran yang disampaikan pihak perusahaan sebagai dasar pemutusan kerja sama, sementara kewajiban pembayaran kepada media belum sepenuhnya dipenuhi.

“Walaupun kerja sama tidak dilanjutkan lagi, bukan berarti kewajiban bisa diabaikan. Semua harus diselesaikan sesuai kesepakatan dengan media,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa tagihan penerbitan infotorial tersebut telah lama dinantikan oleh berbagai media, baik online maupun cetak. Nilai tunggakan pun bervariasi, ada yang masih tertunggak dua bulan dan ada pula yang satu bulan.

Sementara itu, perwakilan internal APICAL Group yang disebut bernama Faisal ketika bertemu dengan awak media di salah satu cafe di Jalan Tegalega menyampaikan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan pembayaran sesuai kemampuan perusahaan, namun keputusan akhir berada di tangan manajemen.

“Kita sudah usahakan bang, tapi semua manajemen memutuskan karena efisiensi anggaran,” ujar Faisal yang juga didampingi dua rekannya, Senin (16/2)

Ia mengakui bahwa dalam praktiknya terdapat media yang menerima pembayaran sebagian, namun ada pula yang belum menerima pembayaran sama sekali.

“Ada yang dibayar separuh dan ada juga yang tidak dibayarkan karena efisiensi anggaran,” tambahnya.

Hal senada juga disebutkan oleh pihak internal lain yang bernama Fahmi, yang menegaskan bahwa kebijakan efisiensi merupakan keputusan manajemen pusat.

SMSI Dumai berharap APICAL Group dapat segera menyelesaikan seluruh kewajiban tersebut demi menjaga hubungan baik dengan insan pers serta menciptakan iklim kerja sama yang profesional, transparan, dan saling menghargai di Kota Dumai. (*)